Penerjemahan Tiga Puisi Taufik Ismail ke Dalam Bahasa Inggris

Abstract

Dibandingkan dengan penerjemahan jenis teks lainnya, penerjemahan puisi merupakan aktivitas tersulit karena adanya nilai-nilai estetik (sarana penyampaian keindahan melalui penggunaan diksi, metafora, imageri, dan bahasa figuratif) dan nilai-nilai ekspresif (sarana penyampaian pikiran atau emosi pengarang melalui struktur, rima, maupun pelafalan) yang perlu dipertimbangkan selain pengalihan makna. Untuk menghasilkan terjemahan puisi yang baik, penerjemah harus memindahkan makna dan nilai-nilai tersebut dari bahasa sumber (BSu) ke dalam bahasa sasaran (BSa). Makalah ini membandingkan hasil analisis tiga puisi Taufik Ismail sebagai teks sumber (TSu) dengan hasil terjemahan masing-masing dalam bahasa Inggris sebagai teks sasaran (TSa) untuk melihat aspek-aspek apa saja yang membuat TSa tersebut diterima sebagai hasil penerjemahan baik. Ketiga TSa tersebut diakui sebagai hasil terjemahan yang baik sehingga turut serta diterbitkan dalam sebuah antologi terbitan Yayasan Lontar dan disponsori oleh Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA) dan The Ford Foundation.

Kata Kunci: penerjemahan, puisi, nilai-nilai estetis, nilai-nilai ekspresif, analisis makna.

Full text

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.