Esai: Pengantar untuk Pelatihan Menulis

Parlindungan Pardede

parlpard2010@gmail.com

Universitas Kristen Indonesia

Pendahuluan

Menulismerupakan salah satu keterampilan terpenting bagi manusia karena aktivitas ini merupakan media komunikasi dan perekaman serta sarana berpikir utama. Manusia berbudaya tidak dapat melepaskan dari aktivitas menulis untuk berkomunikasi. Membuat memo, menuliskan pesan melalui media sosial, membuat laporan adalah aktivitas pokok sehari-hari. Tulisan juga merupakan sarana utama untuk merekam atau mengarsipkan pesan, ide atau informasi lainnya agar dapat diakses kembali dimasa berikut. Selain itu, menulis juga merupakan cara dan sekaligus proses berpikir. Hal ini terlihat dari aktivitas merangkum isi sebuah teks yang sering dilakukan pelajar untuk memahami dan menguasai konsep-konsep tertentu. E.M.Forster,penulis Inggris kenamaan, pernah menyatakan “Bagaimana saya dapat mengetahui apa yang saya pikirkan sebelum saya melihat apa yang saya ucapkan?”

Artikel ini ditulis untuk memperkenalkanhakikat, tipe, dan komponen penyusun esai. Karena dimaksudkan sebagai pengantaruntuk pelatihan menulis esai, diskusi dalam artikel ini lebih difokuskan kepadapembahasan komponen (bagian-bagian) esai. Untuk mempermudah pemahaman, berbagai penjelasan dalam makalahini diberikan contoh-contoh yang diambil dari delapan esai yang disertakansebagai lampiran. Sehubungan dengan itu, agar dapat memahami paparan dalam artikelini secara efektif, pembaca disarankan terlebih dahulu membaca delapan esaiterlampir. 

Hakikat Esai

Esai digunakan dalam hampir semua disiplin ilmu dan bidang kehidupan yang menggunakan tulisan. Akibatnya, subjek yang dibahas, gaya penulisan dan jumlah kata dalam esai sangat variatif. Oleh sebab itu, batasan yang diberikan pada esai sangat beragam.  Kata “esai” (dalam Bahasa Inggris disebut essay dan dalam Bahasa Spanyol, ensayo) diadopsi dari verba Prancis essayer, yang bermakna”mencoba”. Sedangkan kata essayer diadopsi dari nomina Latin“exagium” yang bermakna “timbangan, bobot,” atau verba Latin“exigo” yang bermakna “memeriksa, mencoba, menguji” (kemurnian emas).Dalam bahasa Inggris, kata essay bermakna dasar “upaya” atau“percobaan”. Berdasarkan penelusuran etimologi ini, esai dapat didefinisikan sebagai upaya penulis untuk mengungkapkan pendapatnya melalui bahasa tertulis. Karena aktivitas menulis esai adalah “upaya”, penulis tidak diwajibkan menjawab persoalan yang dibahas secara final. Tujuan mendasar sebuah esai bukan untuk memecahkan masalah tetapi untuk merangsang diskusi. Menurut Bacon (1985), esai lebih sebagai butir garam pembangkit selera ketimbang sebuah makanan yang mengenyangkan.

To be Continued


[1] Dipresentasikan dalam Pelatihan Penulisan Esai Bagi Mahasiswa Prodi PBI FKIP-UKI, 16 November 2018

Categories:

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.