Mengapa banyak siswa gagal belajar bahasa asing?

Parlindungan Pardede

parlpard2010@gmail.com

Universitas Kristen Indonesia

Jika siswa saat ini diharapkan dapat menguasai Bahasa Inggris dengan baik, semua pemangku kepentingan pembelajaran Bahasa Inggris harus bersinergi mengubah semua kondisi dan praktik yang terbukti membuat banyak orang gagal menjadi kondisi dan praktik yang mensukseskan.

Selama bersekolah, jutaan (bahkan milyaran) orang di seluruh dunia pasti mempelajari satu atau lebih bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Namun, walau sudah belajar beberapa tahun, mayoritas tidak dapat membuat bahkan kalimat sederhana, apalagi lagi berkomunikasi dalam bahasa asing itu. Di Indonesia, kebanyakan lulusan sekolah menengah atas boro-boro mengungkapkan ide dalam Bahasa Inggris, memahami teks sederhana saja tidak bisa, Padahal  mereka telah mempelajarinya selama 6 tahun atau lebih (3 tahun di sekolah menengah atas, 3 tahun di sekolah menengah pertama, dan 2-3 tahun di sekolah dasar). Mengapa? Esai ini membahas lima penyebab utama kegagalan siswa menguasai bahasa asing. Untuk mempermudah diskusi, Bahasa Inggris digunakan sebagai perwakilan bahasa asing. Pemahaman atas lima faktor ini diharapkan dapat mendorong para pemangku kepentingan pembelajaran bahasa asing di sekolah membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan penguasaan bahasa asing siswa.

Pertama, di sekolah bahasa Inggris diperlakukan sama dengan mata pelajaran lain yang berbasis pengetahuan (knowledge-based subject), seperti geografi, sains, dan sejarah. Padahal bahasa lebih condong sebagai keterampilan yang dikuasai melalui pelatihan. Penyamaan ini berakar pada praktik menyesatkan, yang memandang pembelajaran sebagai penyiapan siswa menghadapi tes atau ujian. Hal itu diperparah oleh desain ujian sebagai alat untuk menilai penguasaan pengetahuan dan fakta di kalangan peserta didik. Karena dipelajari sebagai kumpulan informasi faktual yang harus diserap oleh siswa, pembelajaran bahasa Inggris terperangkap ke dalam jebakan yang mengharuskan bahasa asing dipelajari dengan cara yang sama dengan mata pelajaran berbasis pengetahuan. Akibatnya, aktivitas pembelajaran didominasi oleh instruksi yang meminta siswa menghapal kaidah-kaidah tata bahasa, definisi frasa, kalimat, alinea, simple past tense, dan sebagainya. Karena diasyikkan oleh aktivitas menghapal itu, praktik dan latihan membuat serta menggunakan frase, kalimat, atau alinea untuk menyampaikan ide dan perasaan menjadi langka. Praktik itu akhirnya membuat siswa tersesat. Mereka gagal paham bahwa hakikat pembelajaran bahasa Inggris adalah mengembangkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk menggunakannya sebagai alat komunikasi, bukan sekedar tahu tentang bahasa itu. Ibarat belajar piano, tujuan utama bukan kemampuan menjelaskan pengertian tuts, dawai, pedal, atau not, tetapi kemampuan memencet tuts yang tepat untuk menghasilkan rangkaian nada yang membentuk musik yang indah.

Faktor kedua, sebagian besar siswa belajar bahasa Inggris secara pasif. Penelitian menunjukkan bahwa agar sukses mempelajari subjek apa pun, siswa harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Di kelas bahasa Inggris, siswa tidak boleh hanya menunggu gurunya menyajikan materi pembelajaran dan berharap sang guru secara ajaib menularkan pengetahuan dan keterampilannya (emangnye bahasa itu sejenis virus?). Tanpa upaya gigih memproses informasi dan melatih keterampilan-keterampilan berbahasa, siswa pasti akan gagal. Pemelajar bahasa asing yang sukses adalah siswa yang bertanggung jawab penuh dalam pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan kata lain, dia proaktif mencari dan memilih bahan pelajaran berupa teks, gambar, dan video dari internet untuk memperkaya materi yang digunakan di kelas, berlatih sesering mungkin tanpa harus ditugaskan, berdiskusi dengan guru tentang masalah yang dihadapi, menggunakan teknik pembelajaran yang paling disukai, dan memutuskan sendiri kecepatan belajarnya.

Ketiga, kebanyakan siswa tidak memiliki motivasi yang benar dalam belajar Bahasa Inggris. Padahal, dalam aktivitas apapun, motivasi yang salah akan memberi hasil yang salah. Bagi mayoritas siswa, mempelajari Bahasa Inggris hanyalah persyaratan yang harus dipenuhi. Yang penting mereka dapat lulus tes bahasa Inggris, dengan skor minimum juga nggak masalah. Akibatnya, mereka belajar tanpa komitmen untuk melakukan yang terbaik. Motivasi semacam itu, hanya untuk memenuhi persyaratan sekolah, disebut motivasi ekstrinsik, atau motivasi yang datang dari luar, yang pada umumnya berdaya dorong lemah. Pemelajar bahasa yang sukses selalu memiliki motivasi intrinsik, motivasi yang datang dari dalam. Mempelajari Bahasa Inggris agar dapat menggunakannya sebagai sarana berbagi ide atau untuk hidup di negara berbahasa Inggris adalah dua contoh motivasi intrinsik. Karena didasarkan pada kebutuhan pribadi, motivasi intrinsik biasanya berdaya dorong sangat kuat. Siswa dengan motivasi intrinsik yang tepat dapat mengatasi setiap hambatan yang mereka temui di sepanjang jalur pembelajaran mereka. Oleh sebab itu, semua siswa harus terlebih dahulu mengenali dan mengembangkan motif-motif pribadi yang tepat untuk belajar bahasa Inggris. Kemudian motif-motif itu dikaitkan dengan tujuan, hasrat, dan minat mereka. Seorang siswa yang memiliki motivasi-motivasi instrinsik yang tepat akan memiliki kesempatan besar untuk fasih berbahasa Inggris.

Faktor keempat, siswa jarang mempraktikkan bahasa Inggris dalam berkomunikasi di kelas. Sangat mudah menemukan kelas Bahasa Inggris di sekolah menengah, perguruan tinggi, atau bahkan di program studi Bahasa Inggris yang penghuninya tidak bertukar informasi dalam Bahasa Inggris. Mereka belajar tata bahasa, pelafalan, kosa kata, linguistik dan sejarah bahasa Inggris. Mereka juga berkutat dengan sastra dan budaya penutur Bahasa Inggris. Tetapi ketika mereka berdiskusi atau bertukar ide, mereka berinteraksi dalam bahasa ibu mereka. Bagaimana mungkin mereka dapat menguasai Bahasa Inggris jika mereka jarang mempraktikkan kemahiran bahasa Inggris mereka? Pengalaman dan penelitian empiris menunjukkan cara terbaik untuk menguasai bahasa Inggris adalah dengan melatih keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa itu dalam situasi apa pun. Untuk berhasil, siswa harus menggunakan Bahasa Inggris sebagai media belajar, berpikir, dan berkomunikasi. Jadi, Bahasa Inggris harus digunakan ketika siswa sedang belajar, bersosialisasi, bahkan ketika mereka sedang bermain.

Faktor kelima, sebagian besar siswa tidak pernah berlatih bahasa Inggris di luar kelas. Kelas bahasa Inggris biasanya dilakukan dalam dua sesi (tiap sesi berdurasi 90 menit) dalam seminggu. Karena setiap kelas berisi sekitar 30 siswa,, secara rata-rata, guru hanya memiliki 6 menit untuk setiap siswa. Jika guru cukup kreatif menugaskan siswa belajar dalam kelompok kecil, waktu belajar tiap siswa dapat dapat meningkat. Meskipun demikian, mustahil bagi siapapun menguasai bahasa asing jika dia mempelajarinya hanya di kelas . Untuk menguasai sebuah bahasa Asing, siswa harus bergelut dengan bahasa itu kapan saja dan di mana saja. Karena siswa menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar ruang kelas, waktu di luar sekolah ini seharusnya digunakan sebagai kesempatan utama untuk mempelajari bahasa asing itu. Saat ini hal itu dapat diwujudkan dengan mudah, karena teknologi informasi dan komunikasi menyediakan banyak bahan menarik dan variatif (teks, gambar, video, dll.). Media sosial juga efektif digunakan untuk menjalin persahabatan dengan penutur asli bahasa Inggris dari berbagai penjuru dunia, dan melalui interaksi dengan mereka siswa dapat berlatih berkomunikasi dalam situasi yang otentik.

Di sekolah, cara paling efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran saat siswa berada di luar kelas adalah dengan menerapkan sistem pembelajaran campuran (blended learning). Sistem ini mengkombinasikan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dan pembelajaran dalam jaringan (online learning). Pembelajaran dalam jaringan menyediakan materi dan ruang bagi siswa untuk belajar dan berlatih kapan saja dan di mana saja selama mereka terhubung dengan jaringan internet. Sesi tatap muka digunakan untuk mengklarifikasi masalah yang berkaitan dengan topik bahasa mereka yang mungkin mereka temui dalam pembelajaran dalam jaringan.

Berdasarkan diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa status Bahasa Inggris sebagai lingua franca, sebagai media utama pengembangan dan pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sebagai media komunikasi utama di bidang sosial, ekonomi, bisnis dan kebudayaan iternasional membuat Bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai. Proses pembelajarannya juga merupakan petualangan yang luar biasa. Namun, walaupun telah menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajarinya, kebanyakan orang gagal menguasai Bahasa Inggris karena mereka memperlakukannya sebagai subjek berbasis pengetahuan, mempelajarinya secara pasif, memiliki motivasi yang salah, jarang digunakan untuk berkomunikasi, dan tidak pernah digumuli di luar kelas. Jika siswa saat ini diharapkan dapat menguasai Bahasa Inggris dengan baik, semua pemangku kepentingan pembelajaran Bahasa Inggris harus secara sinergis mengubah kelima kondisi dan praktik yang terbukti membuat banyak orang gagal tersebut menjadi kondisi dan praktik yang mensukseskan.

11 Comments

  1. I’m not sure about first reason. I think, it doesn’t matter if in English school has other subjects (science, history, geography), but it’s better if other subject using English and still prioritizing English.
    But I’m totally agree with 2,4,5 reason. One of the reason that make English in Indonesia bad is more theory than practice. It should be more practice than theory.

    Like

    1. What is meant by the article is when English is learned in the way one learns history, Biology, and other knowledge-based subjects. in other words, English must be primarily as a skill, not a knowledge. It’ important to study tenses, especially for adults. But the knowledge should be used in real communication. Learn’ for example, the simple past tense so that you can express past experiences well. Don’t learn only for the purpose of knowing the structure.

      Like

  2. The article is very interesting, but I want to add to the reason why many students fail to learn English. In my opinion, being lazy and ashamed is also the reason why students fail in learning English because they are lazy to learn and think it is not their native language (so what are we studying for?) And are embarrassed to speak even though they can because they think if they speak English will be ridiculed, and embarrassed to ask is also one reason.

    Like

  3. I myself also acknowledge and experience that some of the five things above are the factors behind my failure to learn English. In my opinion the thing that makes many students unable to master English even though they have learned it for almost 6 years is because the lack participation of English teachers in improving their students’ English skills. For example, when I was in elementary school, junior high school, my own English teacher used to use more Indonesian than English in English subject. We are also often asked by the teacher to write paragraphs in English, even though we have had many errors in grammar and spelling, most of my teachers choose to ignore our mistakes rather than correct them. This is what makes students unable to master English properly and correctly. If only all the teachers participated and often gave corrections to the mistakes made by students in English, I am sure all students would be able to master English well and correctly.

    Like

  4. I agree with this article. I had experienced that people in my environment think learn foreign language is a difficult especially learn English language. Because when their were child they also know about their mother tongue. In my opinion I think the reason why many students failed to learn English language, because they learn many subjects or received subjects on their study. I think if our learning process like UK or USA do, just focus one subjects, I think students in our country can easily learn English language..

    Like

  5. I agree with 5 reason why student fail learn foreign language especially English, and I’m is the one student was fail but I always learn to speak English well, same as the second reason is lazy and fourth reason is not to learn again and again but now I always try to speak English when I do my homework or my project and should using English. And when I’m child English is not important I think but now I’m totally wrong because I really needs able to speak English well and to be a good English teacher.

    Like

  6. This article is very interesting and I strongly agree with the five reasons that cause many people to fail. through this article I can introspect myself, if I am one of the students who fails in learning English.
    when I was in high school I had experience that made me less confident. Why? because when I made a speech in front of the class, my friends laughed at me. and since that incident I became lazy to speak English for fear of being laughed at. but over time, I began to dare to try to speak English to friends around me even though my pronunciation was unclear or difficult to understand and started learning to make paragraphs in English.

    Like

  7. I strongly agree with the five reasons that caused many people to fail. Children are now underestimated with English making them lazy to learn,including me :). And I am a failure student but I always learn to speak English well. I used to be in elementary school, I was most happy with English lessons but because I was lazy to study again. And now I just understand that English is very important for the future, and moreover now I am majoring in English, so it makes me have to study again and there is no lazy word to study.

    Like

  8. I feel like those five factors are happening to me. According to me, students rarely practice foreign languages especially English in the classroom with fellow students. Actually, students are reluctant to communicate in English. But the shame of being ridiculed by their friends. In addition, students are afraid of miscommunicating with English.

    Like

Leave a Reply to Enny Milenia Pasgor Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.