Kahazefa Library, Tantangan dan Peluang Generasi Milenial dalam Mengurangi Angka Disparitas Desa di Era Revolusi Industri 4.0

Arif Muhammad Iqbal

arifmuhammadiqbal.92@gmail.com

MAN 1 Tasikmalaya

PENDAHULUAN

Peristiwa Pertempuran Sukamanah Berdarah pada tanggal 25 Februari 1944 telah berlalu, tinggalah Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah yang porak poranda. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dengan SK Presiden RI Nomor: 064/TK tahun 1972 pada tanggal 20 November 1972 yang diserahkan oleh Menteri Sosial, Mintareja, S.H. kepada keluarga KH. Zainal Musthafa pada tanggal 9 Januari 1973. KH. Zainal Musthafa beserta santri-santrinya memegang peranan penting dalam menciptakan tonggak sejarah pergerakan Indonesia. Pada masa itu, berbekal ilmu pengetahuan dan senjata sederhana, para santri membulatkan tekad untuk menyatukan perbedaan yang ada (Najib, 2013). Kini, para santri muda yang sering disebut generasi milenial, tidak lagi disibukkan dengan perkara peperangan antarnegara, melainkan disibukkan oleh gawai yang selalu dibawa.

MAN 1 Tasikmalaya merupakan satu di antara banyak sekolah yang mewajibkan para siswanya untuk tinggal di pesantren. Tak heran, sekolah yang berada di pelosok desa ini merupakan tempat belajar bagi para siswa yang berasal dari daerah yang sangat jauh dengan berbagai kalangan. Kehidupan masyarakat sekitarnya pun bisa dikategorikan dalam tingkat pendapatan menengah ke bawah.

Data dari BPS menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin desa pada Maret 2017 masih mencapai 13,93%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding dengan persentase penduduk miskin perkotaan yang hanya 7,72% (Badan Pusat Statistik, 2017). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa masih terjadi disparitas jumlah penduduk miskin antara desa dan kota.

Disparitas antara desa dan kota menyebabkan masyarakat desa melakukan urbanisasi ke kota untuk mendapatkan pendapatan yang layak. Sensus Penduduk (SP) yang dilakukan BPS tahun 2010 menunjukkan komposisi penduduk Indonesia yang tinggal di kota sudah mencapai 49,8%, dan diprediksi akan makin banyak lagi di tahun-tahun mendatang. Di tahun 2020, diproyeksikan mencapai 56,7% dan di tahun 2035 akan mencapai 66,6% (Badan Pusat Statistik (BPS), 2017).

Dampak negatif bergesernya masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan diantaranya, yaitu nilai-nilai tradisional pelan tapi pasti akan semakin terpinggirkan oleh budaya urban, masyarakat yang dulunya bersifat komunal menjadi masyarakat yang individualis, dan masyarakat yang dulunya sederhana menjadi masyarakat konsumtif (Ali & Purwadi, 2016).

PEMBAHASAN

Disparitas penduduk miskin antara desa dan kota harus segera diatasi dengan berbagai kebijakan program agar dapat mempercepat pembangunan daerah. Salah satu cara kebijakan yang sesuai adalah dengan cara mengoptimalkan generasi milenial. Penduduk generasi milenial di tahun 2017 mencapai lebih dari 35% (Ali & Purwadi, 2016). Mereka adalah penduduk yang lahir antara tahun 1980-an sampai 2000-an. Hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center secara gamblang menjelaskan keunikan generasi milenial dibanding generasi-generasi sebelumnya, yaitu soal penggunaan teknologi (Pew Research Center, 2010). Kehidupan para generasi milenial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan hiburan yang sudah menjadi kebutuhan pokok.

Kemunculan generasi milenial juga diiringi munculnya terminologi Revolusi Industri 4.0. Menurut Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutif World Economic Forum, Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan kemunculan berbagai macam teknologi seperti kecerdasan buatan, robot, super komputer, dan teknologi lain yang mampu mempengaruhi aktivitas ekonomi dan industri (Schwab, 2016). Hal ini berpotensi mempengaruhi lanskap ketenagakerjaan Indonesia yang sedang dan akan diisi oleh generasi milenial. Pertanyaannya adalah bagaimana pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap pasar tenaga kerja Indonesia?. Mengingat angka disparitas desa di atas, sudah siapkah generasi milenial bersaing dan membangun Indonesia?.

Pada tahun 2016, data BPS menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 62.061.400 pemuda (Indrawan, 2017). Artinya, 1 dari 4 penduduk Indonesia adalah generasi milenial. Jika sumber daya pemuda dapat dikelola secara maksimal, tentu akan menjadi aset penggerak ekonomi Indonesia. Meskipun generasi ini sering disebut sebagai generasi melek teknologi, nyatanya dari satu juta populasi, Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 talenta digital. Angka ini masih jauh di bawah Malaysia dan Vietnam yang masing-masing mampu menghasilkan 1.834 dan 1.094 talenta digital dengan jumlah populasi yang sama (Tempo Intermezo, 2017). Perbedaan ini juga dapat dilihat dalam ranking kemampuan digital pada Tabel 1 berikut.

Faktor-faktor penyebab permasalahan kemiskinan di daerah pedesaan perlu diatasi melalui berbagai inovasi program sebagai peran pendidikan dalam menyiapkan generasi milenial untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0. Kahazefa Library adalah konsep perpustakaan berteknologi digital, baik offline maupun online yang menyediakan berbagai layanan untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi milenial. Program ini terintegrasi dan mempunyai layanan perkembangan pendidikan Indonesia yang dapat menunjang kebutuhan dari generasi milenial dalam rangka meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan keahlian generasi milenial. Setelah diberikan ilmu pengetahuan dan keahlian selama 3 tahun proses pembelajaran di sekolah, para siswa diharapkan mampu terjun ke masyarakat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di daerahnya masing-masing.

Dalam mensukseskan program ini, pihak-pihak yang terlibat dalam membuat rancangan Kahazefa Library, yaitu:

  1. Kemenkominfo, Kemdikbud, dan Kemenag sebagai perumus model Kahazefa Library dan pelaksanaan bimbingan teknis, dan supervisi kepada Diskominfo kepada dinas terkait di kabupaten.
  2. Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Pendidikan tingkat kabupaten sebagai penerima konsep Kahazefa Library dari Kemenkominfo, Kemdikbud, dan Kemenag yang selanjutnya akan di sosialisasikan kepada sekolah-sekolah yang berada di kabupaten tersebut.
  3. Non Government Organization mengenai keliterasian sebagai pihak yang membantu menyukseskan terealisasinya program Kahazefa Library ini.

Berikut ini adalah alur dari proses perancangan sampai program Kahazefa Library dapat tersalurkan ke sekolah-sekolah.

Adapun penjelasan dari layanan Kahazefa Library, yaitu:

  1. Small Business adalah layanan yang menyediakan program bisnis untuk memfasilitasi para generasi milenial yang ingin mengembangkan usaha bisnis yang telah dilakukan. Adapun usaha yang telah berjalan diantaranya membuat kerajinan dari limbah eceng gondok dan membuat usaha percetakan seperti membuat kartu siswa, kartu perpustakaan, dan stiker. Diharapkan dari program ini mampu mencetak siswa milenial berjiwa bisnis kekinian.
  2. Personal Finance Programs adalah layanan yang memberikan edukasi pada generasi milenial mengenai bagaimana mengatur keuangan pribadi maupun keuangan sebuah usaha melalui artikel dan seminar.
  3. Wifi Area adalah layanan yang memberikan kemudahan bagi generasi milenial untuk mendapatkan data internet karena generasi milenial tidak bisa terlepas dari teknologi terutama internet.
  4. Computer and Library Training adalah layanan yang diberikan kepada generasi milenial untuk meningkatkan skill bidang perkomputeran seperti basic computer skills, digital design classes (photoshop, website design or how to design a 3D model) dan aplikasi lainnya. Layanan ini menyediakan buku, e-book, dan tutorial yang dapat diakses secara gratis.
  5. Library Card adalah layanan kartu perpustakaan bagi seluruh warga sekolah yang terintegrasi dengan sistem barcode scanner. Harapannya, agar sistem peminjaman buku lebih terkontrol dan pengembaliannya tepat waktu.
  6. Agriculture Technology adalah layanan kepada warga sekolah melalui situs yang menyajikan informasi dan layanan ilmiah dalam bidang pertanian, kehutanan, training, dan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian.

PENUTUP

Program Kahazefa Library ini diharapkan mampu memberikan edukasi dan keahlian bagi generasi milenial sebagai peran pendidikan dalam menyiapkan generasi milenial dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0. Harapannya, program ini mampu mencetak generasi yang mandiri baik dari sisi finansial maupun dari sisi pola pikir. Sehingga dapat mengurangi angka disparitas desa menuju masyarakat desa yang sejahtera, yaitu masyarakat yang bisa memenuhi kebutuhan primer, sekunder maupun tersier, berdasarkan nilai yang ada pada diri setiap individu untuk mempercepat pembangunan daerahnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, H., & Purwadi, L. (2016). Indonesia 2020: The Urban Middle-Class Millenials. Jakarta: Alvara Research Center.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2017). Badan Pusat Statistik. Diambil kembali dari www.bps.go.id : https://sp2010.bps.go.id/index.php/site/topik?kid=1&kategori=Jumlah-dan-DistribusiPenduduk

Indrawan, A. F. (2017, Oktober 25). Detiknews. Diambil kembali dari www.news.detik.com : https://news.detik.com/berita/d-3699632/pemuda-indonesia-meningkat-angka-pengangguran-bertambah

Najib, Rofiq. (2018). Taujihad Santri Baru Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah. Tasikmalaya: Sukamanah.

Pew Research Center. (2010). Millenials: A Portrait of Generation Next Confident, Connected, Open to Change. Washington DC: Pew Research Center.

Schwab, K. (2016). World Economic Forum. Diambil kembali dari www.weforum.org : https://www.weforum.org/about/the-fourth-industrial-revolution-by-klaus-schwab

Tempo Intermezo. (2017). TINTERMEZO. Diambil kembali dari www.investigasi.tempo.com : https://investigasi.tempo.co/193/ekonomi-digital-di-indonesia-raksasa-asia-tenggara

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.