Pembelajaran Bahasa Inggris meningkatkan kreativitas Anda!

Dengan mempelajari bahasa Inggris, Anda memperoleh keuntungan ganda. Pertama, dengan Bahasa Inggris Anda siap mengarungi era global. Kedua, dengan kreativitas tinggi, Anda siap mengarungi kehidupan di era Revolusi Industri 4.0.

Parlindungan Pardede

parlpard2010@gmail.com

Universitas kristen indonesia

Penggunaan berbagai teknologi pintar, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), mesin otonom, dan internet of things (IoT), yang saling terkoneksi, yang  memungkinkan alat-alat canggih tersebut berinteraksi membentuk mesin pintar dan otomatis (robot) di era Industri 4.0 saat ini, membuat hidup manusia lebih mudah. Berbagai pekerjaan, mulai dari yang mudah hingga yang berat dan berbahaya sekarang dikerjakan oleh mesin otomatis (robot). Tapi, di sisi lain, penggunaan robot memberikan tantangan berat karena banyak pekerja terancam menjadi pengangguran. McKinsey & Company (2017) memperkirakan pekerjaan 800 juta orang akan diambil alih oleh robot hingga tahun 2030.

Anda tidak perlu pesimis menghadapi tantangan itu, karena pekerjaan yang rentan untuk digantikan oleh robot hanyalah pekerjaan yang sifatnya berulang-ulang dan dapat diprediksi. Pekerjaan yang melibatkan kreativitas orisinil, profesi yang melibatkan hubungan kompleks antar manusia, atau pekerjaan yang sangat tidak terduga akan terhindar dari ancaman robot (Ford, 2016). Selain itu, akan muncul berbagai pekerjaan baru yang berhubungan dengan perancangan dan inovasi di bidang teknologi otomatisasi dan dunia online. Hampir dua pertiga murid TK saat ini akan menekuni pekerjaan yang saat ini belum ada (World Economic Forum, 2016). Namun, agar dapat menekuni pekerjaan yang tidak akan “direbut” oleh robot maupun pekerjaan masa depan yang belum eksis saat ini, menurut World Economic Forum (2016), individu perlu menguasai 10 keterampilan, dan tiga keterampilan utama adalah: pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis, dan kreativitas. Untuk menekankan pentingnya kretivitas, Holman (n.d.) menekankan bahwa kreativitas adalah kunci bagi tenaga kerja masa depan.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan kreativitas, yang secara umum didefinisikan sebagai keterampilan untuk menghasilkan idea baru yang orisinal, jelas (intelligible) dan bermanfaat? Salah satu cara yang paling strategis adalah dengan mempelajari bahasa asing, khususnya Bahasa inggris, karena pembelajaran bahasa ini memberikan dua keuntungan sekaligus: kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa global utama dan peningkatan kreativitas. Bagian berikut menjelaskan bagaimana pembelajaran bahasa asing meningkatkan kreativitas individu yang mempelajarinya, khususnya berdasarkan teori bahwa kreativitas dibangun melalui satu atau kombinasi dari 3 cara: (a) mengasosiasikan dan mengkombinasikan beberapa ide lama menjadi ide baru; (b) mengeksplorasi semua kemungkinan yang melekat dalam konsep-konsep saat ini dengan menggunakan aturan yang ada; dan (c) mengubah secara signifikan satu atau lebih aturan konsep-konsep saat ini (Boden, 2001).

Pertama, semua aktivitas pembelajaran bahasa selalu melibatkan kreativitas. Ketika Anda merangkai beberapa bunyi bahasa untuk membuat kata atau kalimat, maka Anda sedang mengkombinasikan beberapa unsur bahasa yang ada untuk membuat sesuatu yang baru berbentuk kata atau kalimat. Ketika Anda mempelajari bahasa asing, kreativitas Anda semakin berkembang karena sekarang Anda berkreasi menggunakan bunyi-bunyi dan kaidah bahasa asing (baru). Kemudian, ketika Anda menuliskan sebuah alinea dalam sebuah bahasa asing, Anda mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang melekat dalam konsep-konsep dan pola penulisan bahasa asing itu, yang bagi Anda merupakan sesuatu yang baru,  karena pola pengembangan wacana dalam setiap bahasa memiliki ciri tersendiri.  Kaplan (1966) menggambarkan pola logika tulisan beberapa bahasa dalam gambar berikut.

Pattern of Written Discourse (Kaplan, 1966, 14)

Ketika Anda mengeksplorasi pola penulisan dalam bahasa Inggris, misalnya, Anda memperoleh sudut pandang baru, yang berbeda dengan sudut pandang dalam bahasa Indonesia. Jika penutur Bahasa Indonesia mengatakan “Waktu berjalan”, penutur Bahasa Inggris mengatakan “Time flies.” Mungkin konsep ini yang membedakan penutur Bahasa Indonesia “lebih fleksibel atau santai” dibandingkan dengan penutur Bahasa Inggris yang sangat “ketat dengan waktu”? Contoh lain, dalam Bahasa Inggris ungkapan “Selamat malam!” atau “Selamat beristirahat” adalah “Good night”, “Have a nice dream”, atau “Sweet dream!”. Bagi kebanyakan penutur Bahasa Indonesia, kata “swee/manis” diasosiasikan kepada “gula”. Kok ada mimpi yang manis, ya?

Para cendikiawan, penulis dan penyair sudah lama menyadari keterbatasan wawasan individu sebagai konsekuensi dari penguasaan hanya satu atau dua bahasa. Dengan mempelajari bahasa baru (asing), khususnya Bahasa Inggris sebagai bahasa utama di dunia, wawasan Anda akan meluas dan sekaligus mengembangkan kreativitas Anda.

Kedua, pembelajaran bahasa asing memperkaya pengetahuan Anda, karena Anda jadi mampu mengungkapkan banyak hal yang mungkin bermakna terbatas atau sama sekali tidak tersedia dalam bahasa yang sudah Anda kuasai. Kata “salju” dalam Bahasa Indonesia memiliki makna sangat terbatas dibandingkan “snow”. Inuits, suku yang tinggal di wilayah kutub Amerika Utara, bahkan memiliki 14 kata berbeda yang terkait dengan salju, misalnya, qana (salju yang turun): aput (salju di atas tanah), dan piqsirpoq (salju yang mengalir).

Ketiga, dengan mempelajari bahasa asing, Anda akan menguasai semakin banyak kata untuk idea yang sama, dan hal ini meningkatkan kelenturan (elastisitas) berpikir. Kelenturan berpikir ini sangat dibutuhkan untuk mampu melihat berbagai kemungkinan dalam konsep-konsep yang ada. Kata “pelangi”, dalam Bahasa Indonesia dimaknai sebagai “lengkung spektrum warna di langit yang tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun”; dalam bahasa Inggris dimaknai sebagai “busur warna yang terbentuk di langit” (a bow made of rain); dan dalam Bahasa Spanyol dimaknai sebagai “struktur simetris melengkung yang dibentuk oleh spektrum cahaya”. Ketiga bahasa ini memaknai satu fenomena yang sama dengan cara yang berbeda. Bahasa Indonesia memandang bentuk pelangi sebagai “lengkung”; Bahasa Inggris mengasosiasikannya dengan benda yang lebih nyata: “busur”; dan Bahasa Spanyol menghubungkannya dengan bentuk geometris lengkungan. Selain itu, Bahasa Indonesia menekankan keberadaan sinar matahari dan hujan/embun sebagai faktor penyebab fenomena; Bahasa Inggris hanya menekankan hujan; sedangkan Bahasa Spanyol hanya menyebutkan cahaya. Kemampuan melihat suatu hal yang sama dari berbagai sudut pandang berbeda seperti ini merupakan salah satu prinsip dasar kreativitas. Dengan kemampuan seperti ini, Anda bisa memahami bawa batu bata tidak hanya bermanfaat sebagai bahan bangunan, tetapi bisa juga dijadikan pijakan di jalan yang becek, atau dijual untuk mendapatkan uang, dan sebagainya.

Keempat, ketika mempelajari bahasa asing, Anda menjadi lebih “nyaman” terhadap kekeliruan. Pembelajar bahasa yang sukses selalu bereksperimen dan tidak khawatir membuat kesalahan. dengan bahasa yang dipelajarinya. Membuat kesalahan ketika mempelajari bahasa asing merupakan hal yang wajar dan alami. Kesalahan-kesalahan itu akan terus berkurang seiring dengan berkembangnya penguasaan. Implikasinya terhadap kreativitas adalah, Anda lebih berani mengambil resiko untuk mengeksplorasi dan bereksperimen dengan hal-hal baru.

Kelima, pembelajaran bahasa asing mengembangkan kemampuan berimprovisasi. Improvisasi merupakan tindakan mengubah secara signifikan satu atau lebih aturan konsep-konsep yang ada. Aktivitas ini Anda lakukan ketika berupaya mengungkapkan ide dengan menggunakan kata kata yang sudah Anda pelajari tapi dengan cara Anda sendiri. Misalnya, Anda belum mengetahui kata ‘telephone’, tapi Anda menjelaskannya dengan mengatakan “… the thing we use to talk with somebody far away” sambil menempatkan jari kelingking di sekitar mulut dan jempol di telinga.

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa asing benar-benar mengembangkan kreativitas. Penelitian Kharkhurin (2012) menunjukkan multilingualisme berkorelasi positif dengan kreativitas. Studi Ghonsooly dan Showqi (2012) menemukan bahwa keterampilan berpikir divergen siswa yang mempelajari bahasa asing lebih tinggi daripada siswa yang tidak mempelajari bahasa asing. Selain itu, sebagai sebuah keterampilan, kreativitas di satu bidang bisa ditransfer dan diaplikasikan di bidang lainnya. Jadi, kreativitas yang dibangun melalui pembelajaran bahasa dapat diaplikasikan di bidang bisnis, desain, dan lain-lain.

Yang tidak kalah penting, pembelajaran bahasa dapat dilakukan pada usia berapa saja. Critical period hypothesis memang mengatakan bahwa pembelajaran bahasa kedua/asing sebaiknya dilakukan sebelum berakhirnya usia pubertas untuk menjamin penguasaan kemampuan berbahasa seperti yang dimiliki penutur asli. Namun penelitian Pinker (2018) yang melibatkan 669,498 pembelajar bahasa kedua/asing , mengungkapkan memulai pembelajaran bahasa pada usia 10 hingga 18 tahun tetap memberikan hasil yang bagus, walaupun tidak mirip dengan penutur asli. Selain itu, orang dewasa memiliki kemampuan berpikir yang lebih matang, strategi belajar yang lebih efektif, kemampuan berpkikir abstrak lebih tinggi, dan manajemen waktu yang lebih mandiri dibandingkan anak-anak. Semua faktor ini sangat menunjang pembelajaran. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa asing bisa dimulai pada usia berapa saja.

Pembelajaran bahasa asing apa saja mengembangkan kreativitas. Namun, karena statusnya sebagai bahasa global yang menjadi pilihan utama di sektor bisnis, politik, budaya, dan pengembangan teknologi dan pengetahuan, Bahasa Inggris merupakan prioritas pertama.  Dengan mempelajari bahasa Inggris, Anda memperoleh keuntungan ganda. Pertama, dengan Bahasa Inggris Anda siap mengarungi era global. Kedua, dengan kreativitas tinggi, Anda siap mengarungi kehidupan di era RI-4. Mulailah sekarang juga!

8 Comments

  1. It is true that learning a foreign language can enhance one’s creativity, one of which is by learning English. If we compare between people who can speak English and people who cannot speak English, surely it will have a different level of creativity. Usually people who can speak English have higher creativity and intelligence, especially in the modern era when compared them to people who don’t learn English. People who study English can be more fluent in using electronic devices than people who do not learn English because most electronic devices use English in their operation. From this example we can see the difference in intelligence and creativity between them. This proves that the knowledge of people who learn English is wider than those who do not learn English.

    Like

  2. True! If I learn English well i have so many knowledge and creativity but not only English, all of foreign language can make we have many knowledge about foreign language because if we more learn another language it can make us more creative like exhibition two days ago me and my friend can show our creativity in 2 semester like make powtoon, blog, youtube, wix, kahoot, scrapbook and all of the is our creativity with using English.

    Like

  3. Yes! I’m totally agree. Foreign languages are very important for us. If we know maybe 2 or 1 foreign language we can get many experience. For example is English. English is the international language. We can speak with all the people in this world with English. So, Leaning foreign Languages can make us creative

    Like

  4. Yes, it’s true. The more we learn and master foreign languages, the more knowledge we have in us. besides, our language style is cool

    Like

  5. I totally agree with this article, Learn foreign language it can make us creative. Not only in technology but in art too.. If we are mastering with foreign language we can share our knowledge with people on the world..
    English is the most important to us in this Era..
    Most technology usually Use english language,I think it is common..
    But , if English language it use into art I think it’s like something new happen.
    It can make us more creative.

    Like

  6. In the face of the industrial revolution era 4.0. We have to sophisticated technology. According to me, one of the most important things to master English. Why? Because we can study sophisticated technology with ease and expanding horizons. So we can build sophisticated gadgets. Once we’ve mastered English, we’re expected to be creative. If not creative, English is for communication. Actually we can get that English for a lot of things.
    Just like the writer in the article said. If we mastered English, we will master more words for the same idea and this increases the elasticity (elasticity) of thinking. You’re becoming more “comfortable” with erors.Successful language learners are always experimenting and not worried about making mistakes by discussing

    Like

  7. Yes, I’m agree.
    Almost all over the world consider that learning a foreign language is the important thing, one of the language is English. Why can be like that? It’s because there are many advantage that we can get by learning foreign language, as the article said, we can improve our creativity (enrich vocabulary, expressing our feeling, etc). Not only about creativity but we can expand our connection with other country.

    Like

  8. I agree, one of the things that differentiates between humans and robots is about how to act with feelings and our mind. One example is learning to use foreign languages, because through this we can also expand our network.
    In this case, maybe the Robot can be set to control more than 10 to 100 languages, but humans who can control more than two languages ​​have become superior values ​​for the quality of the person himself.
    why ?, because humans have three important things that can be mastered compared to robot that is complex problem solving, critical thinking, and creativity. To emphasize the importance of creativity.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.