Interkoneksi Globalisasi dan Revolusi Industri

[Jakarta, EED-UKI] Dalam bagian latar belakang paparan yang disajikannya dalam Seminar Nasional “Generasi Milenial & Revolusi Industri 4.0” yang diselenggarakan oleh Program Studi FKIP UKI, pada hari Jumat, 14 Juni 2019 di Ruang Video Conference UKI, Kampus UKI Cawang Jakarta Timur, Bapak Parlindungan Pardede menjelaskan bahwa Globalisasi dan Revolusi Industri (RI) merupakan dua fenomena yang saling terkait. RI merupakan bagian dan sekaligus pemicu percepatan globalisasi.

Dalam seminar yang diselenggarakan bersamaan dengan babak final Lomba Penulisan Esai Nasional bertema “Generasi Milenial & Revolusi Industri 4.0” ini, narasumber yang akrab dipanggil Pak parlin ini menjelaskan bahwa globalisasi bermakna sangat kompleks, karena mencakup hampir semua aspek keidupan manusia. Namun, secara umum, globalisasi didefinisikan sebagai proses interaksi dan integrasi ide, perusahaan, orang, budaya, yang dipicu oleh perdagangan internasional dan investasi dan didukung oleh kemajuan teknologi transportasi serta teknologi informasi. Semakin lama, proses itu meningkatkan kesalingterkaitan dan interdependensi antar orang dan negara dan berdampak semakin besar terhadap lingkungan, ekonomi, budaya, sistem politik, dan gaya hidup masyarakat dunia.

Hingga saat ini globalisasi telah memasuki tahap ke-4. Globalisasi tahap 1 berlangsung pada tahun 1500-1900 (400 tahun). Di era ini, dengan kemajuan teknologi pelayaran, berbagai negara mulai melakukan perdagangan internasional dan saling bersaing atau bekerjasama dalam kelompok untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan keunggulan politis. Tahap ke-2 berlangsung pada tahun 1900-1970 (70 tahun). Dalam tahap ini terjadi RI pertama yang dipicu oleh penemuan mesin uap yang segera menggantikan tenaga manusia, khususnya dalam indutri tekstil. Tahap ini juga ditandai dengan kemajuan teknologi transportasi yakni penggunaan mesin uap yang digunakan untuk menggerakkan kereta api dan penemuan pesawat udara. Untuk memasarkan hasil produksi yang berlimpah dan memastikan ketersediaan bahan baku, dibentuklah badan-badan usaha yang mengelola perdagangan internasional.

Globalisasi tahap ke-3 berlangsung pada tahun 1970-2010 (40 tahun). Walau hanya berlansung 4 dekade, tahapan ini mengakselerasi proses globalisasi secara signifikan. Penemuan komputer dan aplikasi “memory-programmable controls” memungkinkan terjadinya otomatisasi mesin (robot). Penemuan internet yang membuat komunikasi dan interaksi ke seluruh dunia dapat berlangsung dalam hitungan detik dengan “mengklik” tautan. Tahap ke-4 dimulai pada tahun 2011, yang dipicu oleh RI-4. Tahap ini ditandai oleh aplikasi terpadu berbagai teknologi pintar, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), mesin otonom, dan internet of things (IoT), yang terkoneksi dengan manusia dan membentuk cyber-physical production systems. Dalam sistem ini alat-alat canggih tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia melalui jaringan kerja. Dengan demikian, alat-alat tersebut secara bersama-sama menjelma menjadi mesin otomatis (robot) yang mampu menjalankan semua proses produksi, termasuk mengumpulkan dan menganalis data serta membuat keputusan secara mandiri.

Pak Parlin, yang dikenal sebagai praktisi Blended Learning ini mendefinisikan Revolusi Industri (RI) sebagai perubahan besar-besaran di bidang industri (pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi) dan berdampak besar terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya dunia, yang didorong oleh pengembangan alat kerja untuk meningkatkan hasil produksi/laba. Saat ini, dunia telah memasuki RI-4. RI-1 berlangsung pada tahun 1750-1870, yang ditandai dengan penemuan mesin uap dan produksi massal, khususnya di industri tekstil. RI-2 berlangsung pada tahun 1870-1971. Era ini ditandai dengan penemuan pembangkit listrik, motor bakar, telefon,  pesawat terbang, dan sebagainya yang membuat proses transportasi dan komunikasi dapat dilakukan secara cepat.

Tahap ke-3 dan ke-4 RI berhimpitan dengan tahap ke-3 dan ke-4 globalisasi. Tahap ke-3 yang berlangsung pada tahun 1971-2010 ditandai penemuan dan implementasi komputer dan internet. Aplikasi memory programmable controls dalam komputer membuat mesin dapat bekerja secara otomatis. Tahap ke-4, berlangsung pada tahun 1971-2010, ditandai dengan penggunaan IoT (internet of things), AI (Artificial intelligence), UV (Unnamed Vehicle) dan MT (Mobile Technology).

Dengan demikian, “RI merupakan bagian dan sekaligus pemicu percepatan globalisasi. Karena perubahan yang timbul sebagai akibat RI-4 begitu signifikan, globalisasi tahap keempat ini sering juga dinamai dengan Globalization 4.0,” tandas Pak Parlin menyimpulkan uraiannya tentang hubungan antara globalisasi dan revolusi industri. (14 Juni 2019).

Untuk melihat/mengunduh file lengkap paparan ini, selahkan klik di SINI

Untuk membaca ringkasan seluruh paparan, silahkan klik di SINI.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.