Seminar Guru Zaman ‘Now’ di Sekolah Mahanaim

[Bekasi, EED-UKI] “Pengalaman dan penelitian dari seluruh dunia mengungkapkan guru itu pemeran utama dalam proses pendidikan dan sekaligus kunci bagi keberhasilan pembelajaran siswa. Sarana yang lengkap, kurikulum yang canggih, dan dana berlimpah tidak berdampak pada pengembangan diri peserta didik tanpa guru berkualitas”, papar Bapak Parlindungan Pardede, S.S., Hum., mengawali seminar yang dilaksanakan oleh Sekolah Mahanaim, pada hari Senin-Selasa, 1-2 Juli 2019.

Ibu Mira Reguela, Humas Sekolah Mahanaim yang sekaligus menjadi panitia seminar, menjelaskan “Yayasan Pendidikan Mahanaim Bekasi membina sekolah jenjang KB, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, yang dilayani sekitar 230 guru. Kegiatan seminar ini dilakukan untuk mengisi baterai para guru agar lebih bersemangat memulai tahun pelajaran baru. Terima kasih kepada UKI yang telah mengirim dosennya menjadi narasumber dalam seminar ini”.

Dalam paparan selanjutnya, narasumber yang akrab dipanggil Pak Parlin menguraikan bahwa ciri-ciri utama guru berkualitas adalah: penguasaan bidang studi, kompetensi pedagogis, manajemen kelas, komitmen memberikan pelayanan terbaik secara konsisten, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri (life-long learning). Ciri-ciri ini selaras dengan rumusan kompetensi guru/dosen dalam UU No. 14/2005.

“Namun ciri khas atau kompetensi itu tidak statis. tapi berkembang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman. Saat ini kita sudah di Era Industri 4.0, yang ditandai dengan penggunaan mesin-mesin pintar (robot) dalam semua sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Selain itu, semua peserta didik saat ini, mulai play group hingga perguruan tinggi, adalah Generasi Z (kelahiran 1996-2015). Bagi Generasi Z, smartphone adalah bagian dari diri. Alat pintar ini menjadi sarana komunikasi, hiburan, pencarian informasi, bahkan media pembelajaran”, tegas Pak Parlin, salah seorang dosen tetap di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI.

“Karena mereka mengakses internet secara intensif, dalam diri Generasi Z terbentuk gaya belajar khas yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Mereka itu pembelajar multimodal dan multitasking. Mereka membutuhkan berbagai saluran dan media, khususnya video dan gambar untuk mencerna informasi. Kemampuan mereka berkonsentrasi pada satu topik hanya 8 detik hingga mereka tidak suka “disuapi” dengan materi pembelajaran melalui ceramah. Mereka lebih efektif belajar melalui pengalaman dengan aktivitas merasakan, mendengar, melihat, menyentuh, dan melakukan. Generasi Z juga cenderung mengakses terlalu banyak informasi tanpa mengevaluasi, apalagi mengkritisi. Akibatnya, keterampilan berpikir kritis mereka menurun. Untuk memfasilitasi gaya-gaya belajar seperti ini, teknik pembelajaran yang tepat adalah project based learning (PBL), dan PBL sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran berbasis teknologi, khususnya Flipped Classroom,” tegas Pak Parlin.

Setelah sesi tanya jawab, Pak Parlin menyimpulkan “Siapakah Guru Zaman ‘Now’ itu? Zaman ‘Now’ adalah Era Industri 4.0. Jadi, Guru Zaman “Now” adalah guru yang melakukan pembelajaran berbasis teknologi dengan efektif. Yang tetap melakukan pembelajaran ala Abad 20 adalah Guru Zaman “Old”. Guru Zaman “Old” tidak akan pernah mampu membekali siswa memasuki Abad 21!”

Makalah lengkap yang dipresentasikan dapat diakses di SINI

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.