Cara Pembelajaran Siswa di Era Industri 4.0

[Bekasi, EED-UKI] “Semua peserta didik di semua jenjang pendidikan saat ini, mulai play group hingga perguruan tinggi, adalah Generasi Z (kelahiran 1996-2015). Generasi ini begitu mahir menggunakan dan tidak terpisahkan dari mesin pintar, khususnya smartphone yang terkoneksi dengan internet. Hampir semua aktivitas mereka lakukan melalui smartphone. Berkomunikasi, mencari informasi, bersosialisasi, memperoleh hiburan, belanja, bertransaksi, bahkan  berbisnis dilakukan dengan gadget tersebut. Oleh karena itu menggunakannnya sebagai sarana pembelajaran akan sangat mendukung bagi mereka,” tandas Pak Parlindungan Pardede dalam di Seminar Guru-Guru Sekolah Mahanaim Bekasi yang  dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 1-2 Juli 2019 di Gedung Sekolah Mahanaim, Jalan Bambu Kuning, Bekasi.

Ketika membicarakan cara pembelajaran siswa di Era Industri 4.0, sebagai bagian kedua paparannya (Bagian 1 dapat dubaca di sini), Pak Parlin Pardede, salah seorang dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UKI mengingatkan bahwa fungsi utama pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan di masa depan. Untuk itu, setiap siswa wajib menguasai Literasi Dasar (calistung, keterampilan menggunakan teknologi, komunikasi interkultutar, literasi finansial), Kompetensi 4K (berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi dan Kolaborasi), dan Kualitas Karakter (rasa ingin tahu, inisiatif, daya juang, adaptibilitas, kepemimpinan, dan pemahaman sosial & budaya).

Selain itu, terdapat beberapa keterampilan yang paling dibutuhkan di Era Industri 4.0 agar tidak tersaingi oleh robot pintar termasuk:  (1) pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, koordinasi dan kerjasama, dan kecerdasan emosional. Untuk mempersiapkan siswa memasuki era iini, pengembangan keterampilan-keterampilan ini perlu diprioritaskan.

“Lalu, apakah cara pembelajaran yang pas bagi Generasi Z untuk mengembangkan literasi, kompetensi, karakter, dan keterampilan tersebut? Sesuai dengan karakteristik mereka, pembelajaran yang sesuai bagi Generasi Z adalah, antara lain: (1) terapkan pembelajaran berbasis aktivitas/permainan; (2) bagi pembelajaran ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan terkoordinasi; (3) gunakan materi dan aktivitas pembelajaran untuk mengembangkan semua tingkatan berpikir dalam taksonomi Bloom; (4) kembangkan pola hubungan asuh; (5) berikan kesempatan untuk berpikir terfokus dan reflektif; (6) berikan pujian yang sesuai (pamerkan hasil karya siswa); (7) bantu siswa menemukan dan mengembangkan kelebihan mereka; (8) jelaskan tujuan dan jenis keterampilan yang akan dicapai secara jelas; dan (10) gunakan pendekatan student-centered. Semua cara pembelajaran ini dapat berlansung efektif dalam Flipped Classroom,” pungkas Pak Parlin.

Makalah lengkap yang dipresentasikan dapat diakses di SINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.