Membangun Blended Learning

Parlindungan Pardede

parlpard2020@gmail.com

Universitas kristen Indonesia

Pendahuluan

Artikel sebelumnya, Blended Learning: Solusi Pembelajaran Terbaik di Era Kelaziman Baru, telah memaparkan bahwa pembelajaran daring (dalam jaringan) yang menawarkan berbagai keunggulan bagi pembelajaran ternyata gagal memfasilitasi pembelajaran berkualitas bagi kebanyakan siswa di Indonesia selama pandemi virus corona. Selain karena tidak siapnya guru menggunakan teknologi untuk membelajarkan siswa secara efektif, kegagalan itu juga dipengaruhi oleh beberapa kelemahan yang dimiliki pembelajaran daring (online learning). Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan itu, mengkombinasikan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka menjadi blended learning (BL) merupakan solusi yang tepat. Pengalaman dan hasil penelitian (Kenney & Newcombe, 2011Garrison & Kanuka, 2004) menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan metode BL mencapai skor rata-rata dan tingkat kepuasan pembelajaran lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan metode non-BL. Oleh karena itu, mayoritas siswa di AS yang tadinya mengikuti pembelajaran daring telah beralih ke BL.


Mengantisipasi Era Kelaziman Baru dengan Blended Learning

Menurut rencana  Kemedikbud, sekolah di berbagai wilayah di Indonesia akan kembali dibuka mulai pertengahan Juli 2020. Namun hingga vaksin virus corona ditemukan, pembelajaran tatap muka di sekolah di era Kelaziman Baru (New Normal) akan berlangsung sambil melaksanakan berbagai protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, physical distancing, mencuci tangan secara regular, dan pengukuran suhu tubuh. Durasi kehadiran siswa di sekolah juga perlu dibatasi, misalnya dengan mengatur agar siswa hadir hanya 2 kali seminggu dalam waktu tidak lebih dari 4 jam dan tanpa diselingi waktu istirahat.


Artikel sebelumnya juga sudah membahas bahwa solusi terbaik untuk mengatasi berbagai keterbatasan tersebut tanpa mengorbankan capaian dan kualitas hasil pembelajaran adalah dengan menyelenggarakan BL. Dengan metode pembelajaran ini, untuk menyelesaikan hingga 8 mata pelajaran, siswa cukup mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sebanyak 2 kali 4 jam seminggu. Aktivitas pembelajaran lainnya dilaksanakan melalui pembelajaran di LMS (kelas maya) di rumah.


Akan tetapi, untuk dapat menyelenggarakan BL secara efektif, guru perlu terlebih dahulu membangun sistem BL yang akan digunakannya. Pembangunan kelas itu membutuhkan pemahaman dan keterampilan yang memadai tentang BL. Pemahaman dan keterampilan itu bisa dipelajari secara mandiri, namun memerlukan waktu yang cukup lama. Karena kebutuhan penyelenggaraannya sangat mendesak, cara terbaik untuk pembentukan pemahaman dan keterampilan itu adalah melalui pelatihan. Berdasarkan pengalaman penulis, pelatihan itu dapat diselesaikan dalam 8 sesi yang bisa ditempuh dalam waktu sebulan (2 sesi/minggu) atau dua bulan (1 sesi/minggu).

Membangun Blended Learning

Sama dengan pembelajaran tatap muka yang perlu dirancang agar dapat mengintegrasikan dan mengorkestrasi konten, media, aktivitas pembelajaran, dan komponen kurikulum lainnya dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. sistem BL juga perlu dirancang secara teliti dan serius. Dalam sistem BL yang melibatkan kurikulum, teknologi, siswa, dan guru ini, konten dan aktivitas pembelajaran harus relevan, bermakna dan terintegrasi dengan kurikulum dan didukung dan diapresiasi oleh siswa dan guru. Wild (2007) menegaskan bahwa pembelajaran dalam LMS (kelas maya) harus parisipatif, bukan hanya interaktif. Melalui partisipasi tersebut, siswa akan mengerahkan pikiran dan aktif bekerjasama, dan kedua hal ini merupakan wujud pembelajaran utama (Allen, 2010).


Sehubungan dengan itu, perancangan BL membutuhkan persiapan yang baik, bukan hanya untuk mengefisienkan waktu dalam pembangungan dan pemeliharaan LMS tetapi juga untuk menjamin bahwa penyelenggaran BL tersebut berkualitas bagi siswa. Agar sistematis, perancangan BL perlu dilakukan dalam lima tahapan (Gambar 1), yang terdiri dari …

Untuk membaca teks lengkap, silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.