PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH DI JAKARTA DAN SEKITARNYA

Parlindungan Pardede

Universitas Kristen Indonesia

parlpard2010@gmail.com

Sunarto

Universitas Kristen Indonesia

sunarto@uki.ac.id

Abstract

Its great potential to facilitate learning has been making the use of information and communication technology (ICT) grow as one of the main advancements in the education sector in the 21st Century. This study aims at exploring teachers and students’ perceptions of the use of ICT in learning in some secondary schools in Greater Jakarta. To achieve the objective, using a teacher questionnaire and a student questionnaire, 34 teachers and 424 students in 15 secondary schools located in Jakarta, Depok and Bekasi were surveyed to collect data. The data obtained was analyzed employing the descriptive analysis technique. The results showed that teachers and students’ perception was similar in some aspects of ICT integration into learning and was different in some other aspects. Both had positive perceptions with a high level of agreement in: (1) the potential of ICT use to increase student’s interest and motivation; (2) the benefits of using ICT in learning; (3) the educational benefits of ICT; (4) and the level of confidence in ICT competencies mastery. They both viewed their intensity of using ICT in learning ‘low’ but perceived their intensity of using ICT for entertainment ‘high’. However, while teachers viewed their ability to use ICT for learning ‘low’, the students perceived theirs ‘high’.

Keywords: students’ perception, teachers’ perception, secondary school, ICT

Abstrak

Potensi besarnya untuk memfasilitasi pembelajaran telah membuat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang sebagai salah satu terobosan utama di sektor pendidikan di Abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan TIK dalam pembelajaran di sekolah menegah di Jakarta dan sekitarnya. Untuk mencapai tujuan itu, data dikumpulkan dari 34 guru dan 424 siswa dari 15 sekolah menengah di Jakarta melalui survey dengan satu kuesioner guru dan satu kuesioner siswa, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi yang sama dalam beberapa aspek penggunaan TIK dalam pembelajaran dan persepsi berbeda dalam beberapa aspek lainnya. Guru dan siswa berpersepsi positif dengan tingkat persetujuan yang tinggi terhadap (1) potensi penggunaan TIK untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa; (2) manfaat penggunaan TIK dalam pembelajaran; (3) manfaat edukasional TIK; (4) dan keyakinan atas penguasaan kompetensi TIK. Data juga menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki intensitas penggunaan TIK yang rendah dalam pembelajaran namun intensitas yang tinggi untuk tujuan hiburan. Selain itu, Guru memandang kemampuan mereka menggunakan TIK untuk pembelajaran ‘rendah’, sedangkan siswa, ‘tinggi’.

Kata kunci: persepsi guru, persepsi siswa, sekolah menengah, TIK

PENDAHULUAN

Potensi TIK yang besar untuk mengembangkan masukan, proses, dan luaran pembelajaran telah mengakselerasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tiga dekade terakhir. Potensi TIK dalam memfasilitasi guru untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan pembelajaran melalui media audio-visual, presentasi multimedia, materi pembelajaran dijital, dan berbagai perangkat lunak yang dapat diaplikasikan dengan mudah untuk menyelenggarakan praktik pembelajaran modern (Pardede, 2015) membuat teknologi ini tidak hanya mempermudah penyediaan lingkungan pembelajaran yang otentik, menarik, memotivasi, dan meningkatkan keterlibatan siswa (Elliot, 2009), meningkatkan kemandirian dan otonomi siswa karena dapat terus belajar walau tanpa kehadiran guru (Dlaska, 2002), memaksimalkan kemampuan siswa dalam pembelajaran aktif (Jamieson-Procter et al., 2013; Young, 2003), dan meningkatkan keterampilan inovatif dan kreatif siswa dalam mengerjakan tugas mereka sehari-hari sebagai pelajar (Choo, 2007), tetapi juga menyediakan berbagai peralatan yang memungkinkan pendidik memperluas pembelajaran melampaui ruangan-ruangan kelas (Haygood, Garner & Johnson, 2012). Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah TIK sangat sesuai dengan karakteristik pelajar di segala tingkatan pendidikan saat ini, yang didominasi oleh Generasi Z (lahir pada tahun 1996—2015). Generasi ini merupakan “digital natives” atau generasi yang lahir dan tumbuh di era “smartphone” dan terbiasa menggunakan TIK sejak kecil. Bagi mereka, pemanfaatan TIK merupakan cara yang efektif untuk membawa dunia ke dalam kelas (Dudeny & Hocky, 2008).

Berbagai hasil penelitian mengkonfirmasi beragam manfaat penggunaan TIK dalam pembelajaran. Roden (1991) melaporkan bahwa penggunaan multimedia mempermudah siswa memahami konsep yang sulit, meningkatkan konsentrasi, pemahaman dan daya ingat. Penelitian Neal (2005) mengungkapkan mayoritas siswa memperoleh pengalaman positif ketika mengikuti pembelajaran yang menggunakan TIK. Penelitian Kay (2007) melaporkan siswa mendapat lebih banyak manfaat karena merasa nyaman belajar dengan TIK selain itu, TIK juga efektif mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era dijital, seperti penggunaan pengolah kata (word processor), email, internet, dan keterampilan TIK lainnya (Khalid, 2014; Jones, 2011).

Menurut UNESCO (2006) penggunaan dan pelatihan TIK telah dijadikan sebuah prioritas di hamper seluruh Negara di Eropa sejak akhir Abad 20. Banyak Negara di benua-benua lain juga menggalakkan integrasi TIK ke dalam pembelajaran. Hasil yang diperoleh masih sangat beragam dari satu negara ke negara lain, satu wilayah ke wilayah lain di Negara yang sama, bahkan dari satu sekolah ke sekolah lain di kota yang sama.  Tipe TIK yang digunakan juga sangat variatif. Penerapan teknologi tertentu memberikan hasil memuaskan di beberapa sekolah namun tidak berhasil di sekolah lain.

Di Indonesia, penggunaan TIK dalam pembelajaran dimulai pada tahun 1977 dengan Siaran Radio Pendidikan. Program itu dikembangkan pada tahun 2004 ketika Pustekkom Kemdikbud meluncurkan televisi edukasi untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan melalui siaran pendidikan. Pada tahun yang sama, mata pelajaran TIK dalam Kurikulum 2004 disajikan sebagai mata pelajaran yang wajib di semua kelas SMP dan SMA. Penggunaan TIK semakin didorong melalui pemberlakukan Kurikulum 2013 yang menggariskan TIK tidak lagi diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri tetapi diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran lain dan digunakan sebagai sumber dan sekaligus media pembelajaran. Sama dengan kondisi di negara-negara lain, hasil pengintegrasian TIK di Indonesia masih sangat variatif dari satu sekolah ke sekolah lain.

Beragamnya hasil tersebut terkait dengan adanya berbagai kendala dalam pengintegrasian TIK yang biasanya diklasifikasikan ke dalam dua kelompok: faktor eksternal dan faktor internal (Kopcha, 2012; Wachira & Keegwe, 2011). Faktor eksternal mengacu pada perangkat keras (komputer, laptop, smartphone dan jaringan internet), perangkat lunak (program atau aplikasi TIK) dan dukungan kebijakan atau kepemimpinan. Minimnya akses terhadap sarana dan prasarana TIK, desain aplikasi TIK yang buruk dan kurangnya dukungan kebijakan, administrtif, pendanaan, dan teknis seringkali menjadi penghalang bagi pengintegrasian TIK ke dalam pembelajaran (Tarman, et al, 2019). Faktor internal mengacu pada sikap, keyakinan, pengetahuan, dan keterampilan TIK guru dan siswa.

Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pembelajaran, guru dan siswa berperan krusial dalam upaya mensukseskan integrasi TIK ke dalam pembelajaran. Angers and Machtmes (2005) melaporkan bahwa sikap dan keyakinan guru merupakan faktor kunci dalam mensukseskan pembelajaran berbasis teknologi. Banyak program integrasi TIK ke dalam pembelajaran gagal karena keyakinan, sikap, dan pengetahuan serta keterampilan TIK guru diabaikan (Jimoyiannis & Komis, 2007; Ward, 2003). Selain guru, siswa juga merupakan faktor sukses utama dalam pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran (Selwyn, 1999). Pengunaan TIK dalam pembelajaran pada hakikatnya membentuk lingkungan pembelajaran yang menunutut pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered). Oleh sebab itu, keterlibatan dan kesadaran siswa berperan penting untuk mensukseskan pembelajaran itu (BECTA, 2007).

Paparan di atas menunjukkan bahwa persepsi guru dan siswa merupakan faktor krusial dalam keberhasilan integrasi TIK ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis TIK akan berhasil hanya jika guru dan siswa memiliki sikap positif terhadap praktik tersebut. Sehubungan dengan itu, gambaran empiris tentang persepsi guru dan siswa mutlak dibutuhkan sebagai landasan integrasi TIK ke dalam proses pembelajaran.

Jumlah penelitian tentang integrasi TIK dalam pembelajaran di Indonesia ditinjau dari perspektif guru dan siswa terus meningkat.  Namun kebanyakan dari penelitian itu dilakukan dalam konteks pendidikan tinggi (Kristianto, 2017; Pramana, 2018), berlatar belakang wilayah pedesaan (Mahdum et al, 2019) atau berfokus hanya pada bidang pelajaran tertentu, khususnya Bahasa Inggris (Cakrawati, 2015; Lubis, 2018; Pardede, 2019). Penelitian yang menyoroti integrasi TIK dalam pembelajaran dilihat dari perspektif guru seluruh mata pelajaran dan siswa di sekolah menengah masih sangat langka, dan penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan itu.

Berdasarkan diskusi di atas, penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan TIK dalam pembelajaran di sekolah menegah di Jakarta dan sekitarnya. Untuk mencapai tujuan itu, data dikumpulkan untuk menjawab tujuh pertanyaan penelitian berikut: (1) Apa persepsi guru dan siswa tentang potensi TIK untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa? (2) Apa persepsi guru dan siswa tentang manfaat TIK dalam pembelajaran? (3) Apa pandangan guru dan siswa tentang manfaat edukasional TIK? (4) Apa pandangan guru dan siswa tentang kompetensi mereka menggunakan TIK dalam pembelajaran? (5) Bagaimana tingkat keyakinan guru dan siswa tentang penguasaan mereka atas kompetensi TIK? (6) Bagaimana intensitas penggunaan TIK sehari-hari oleh guru dan siswa berdasarkan tujuan? (7) Apa persepsi guru dan siswa tentang esensi pelatihan TIK untuk menyukseskan penggunaan TIK dalam pembelajaran?

Naskah Komplit dapat diunduh/dibaca di SINI

DAFTAR PUSTAKA

Alharbi, E. (2014). A Study on the Use of ICT in Teaching in Secondary Schools in Kuwait. Unpublished thesis in Cardiff School of Education Cardiff Metropolitan University.

Ali, G., Haolader, F. A., & Muhammad, K. (2013). The Role of ICT to Make Teaching-Learning Effective in Higher Institutions of Learning in Uganda. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology, 2(8), 4061-4073.

Angers, J., & Machtmes, K. (2005). An ethnographic-case study of beliefs, context factors, and practices of teachers integrating technology. The Qualitative Report Volume, 10(4), 771-794.

Apple Computer Inc. (2002). The impact of technology on student achievement. Retrieved June 2015 from www.oten.info/conferences/jukes/Research Summary.pdf

Atkinson, E.S. (2000). An investigation into the relationship between teacher motivation and pupil motivation. Educational Psychology,20(1). 45-57.

Balash, F., Yong, Z. and Bin-Abu, B., (2011).”Lecturers and educational technology: Factors affecting educational technology adoption in teaching”, 2nd International Conference on Education and Management Technology IPCSIT, Vol. 13, Singapore

BECTA. (2007). Harnesing technology review: Progress and impact of technology in education. Diunduh Mei, 2018 dari http:partners.becta.org.uk.

Cakrawati, L.M. (2015). Students’ Perceptions on the Use of Online Learning Platforms in EFL Classroom. English Language Teaching and Technology Journal (ELT-Tech Journal),1(1), 22 – 30

Choo, C. B. (2007). Activity‐based Approach to Authentic Learning in a Vocational Institute. Educational Media International, 44(3), 185-205.

Collis, B., & Moonen, J. (2001). Flexible learning in a digital world: Experiences and expectations. London: Kogan Page.

Coyle, D., Hood, P. & Marsh, D. (2010) CLIL. Content and Language Integrated Learning. Cambridge: Cambridge University Press.

Dlaska, A. (2002). Sites of construction: language learning, multimedia, and the international engineer. Computers & Education, 39(2), 129-143.

Dudeny, G. and Hocky, N. (2008). How to teach English with technology. London: Longman.

Elliot, D. (2009) Internet Technologies and Language Teacher Education. Handbook of research on Web 2.0 and second language learning, (pp. 432-450). IGI Global, Hershey, PA.

Frydrychova Kl imova, B., & Poulova, P. (2014). Forms of instructions and students’ preferences–a comparativestudy. Proceedings of the 7th International Conference, ICHL 2014  (pp. 220-231). Springer

Galanouli D, Murphy C & Gardner J (2004) Teachers’ perceptions of the effectiveness of ICT-competence training, Computers and Education, 43 (1-2), pp. 63-79.

Gilakjani, P. A, Sabouri, B. N. &, Zabihniaemran, A., (2015). What are the barriers in the use of computer Technology in EFLL instruction? Review of European studies. 7 (10). pp173-181.

Global News (2018).  Is generation Z glued to technology? ‘It’s not an addiction; it’s an extension of themselves’. Diunduh Mei 2019 from  https://globalnews.ca/news/4253835/generation-z-technology-addiction/

Goktas, Y., Yildirim, S. & Yildirim, Z. (2009). Main Barriers and Possible Enablers of ICTs Integration into Pre-Service Teacher Education Programs. Journal of Educational Technology & Society, 12(1), 193-204

Hakkarainen, K., et al. (2000). Students’ skills and practices of using ICT: results of a national assessment in Finland. Computers & Education, 34(2), pp. 103-117.

Haygood, E., Garner, R., & Johnson, S. (2012). Blended Learning: Using Web 2.0S to Enhance Classroom Instruction. Interlink Alliance. Diunduh Juni 2019 dari http://www.cehs.ohio.edu/

Hennessy, S., Ruthven, K., & Brindley, S. (2005). Teacher perspectives on integrating ICT into subject teaching: commitments, constrains, caution, and change. Journal of Curriculum Studies, 37(2), 155-192.

Hew, K., & Brush, T. (2007). Integrating technology into K-12 teaching and learning: current knowledge gaps and recommendations for future research. Educational Technology Research and Development, 55(3), 223-252. doi: 10.1007/s11423-006-9022-5

Jamieson-Proctor, R., Albion, P., Finger, G., Cavanagh, R., Fitzgerald, R., Bond, T., & Grimbeek, P. (2013). Development of the TTF TPACK Survey Instrument. Australian Educational Computing, 27(3), 26-35.

Jimoyiannis, A., & Vassilis, K. (2007): Examining teachers’ beliefs about ICT in
education: implications of a teacher preparation programme. Teacher
Development: An international journal of teachers’ professional development
,
11:2, 149-173 http://dx.doi.org/10.1080/13664530701414779

Kadel, R. (2005). How teacher attitudes affect technology. Learning and Leading with Technology, 39 (5), 34-47.

Kay, R. (2007). A Systematic Evaluation of Learning Objects for Secondary School Students. Journal of Educational Technology Systems, 35(4), 411-448

Khalid, F., Joyes, G., Ellison, L., & Daud, M. D. (2014). Factors Influencing Teachers’ Level of Participation in Online Communities. International Education Studies, 7, 23-32. http://dx.doi.org/10.5539/ies.v7n13p23

Kingsley, A. (2017). Information Communication Technology (ICT) in the Educational System of the Third World Countries as a Pivotal to Meet Global Best Practice in Teaching and Development. American Journal of Computer Science and Information Technology, 5(2), 1-5.

Kopcha, T. (2012) ‘Teachers’ perceptions of the barriers to technology integration and
practices with technology under situated professional development’ Computers &
Education
59: p1109–1121

Kreutz, J. and Rhodin, N. (2016). The influence of ICT on learners’ motivation towards learning English (Master’s thesis). Diunduh Juni 2019 dari https://muep.mau.se/bitstream/handle/2043/20747/Degree%20Project%20Josefin%20%26%20Natalie.pdf?sequence=2&isAllowed=y

Kristianto, B. (2017). Factors affecting social network use by students in Indonesia. Journal of Information Technology Education: Research, 16, 69-103. https://doi.org/10.28945/3675

Liu, M., Hsieh, P., Cho, Y., and Schallert, D. (2006). Middle school students’ self-efficacy, attitude, and achievement in a computer-enhanced problem-based learning environment. Journal of Interactive Learning Research, 17(3). 225-242.

Lubis, A.H. (2018). Cakrawala Pendidikan. 37(1), 11-21

Mahdum, Hadriana, and Safriyanti, M. (2019). Exploring Teacher Perceptions and Motivations to ICT use in Learning Activities in Indonesia. Journal of Information Technology Education: Research, 18, 293-317.

Mahmud, R. et al (2007). ICT Integration level Among Teachers Hulu Langat, Selangor”. 1st International Malaysian Educational Technology Convention, pp. 1056-1071.

Marija, B., & Palmira, P. (2007). Would-be teachers’ competence in applying ICT: Exposition and preconditions for development. Informatics in Education – An International Journal, 6(2), 397-410.

Miller, M. (2009). What the Science of Cognition Tells Us About Instructional Technology. Change, 41(2), 16-17.

Neal, G. (2005). Student reflections on the effectiveness of ICT as a learning resource. Paper prepared for presentation at the AARE Annual Conference Parramatta Nov. 2005

Olasina, G. (2012). Students’ E-learning/M-learning experience and impact on motivation in Nigeria. Proceedings of the IATUL conferences, 31(1), 1-10.

Pardede, P. (2020). Secondary School EFL Teachers’ Perception of ICT Use in Learning and Teaching: A Case Study in Greater Jakarta. Journal of English Teaching, 6(2), 144-157. DOI:https://doi.org/10.33541/jet.v6i2.1976

Pardede, P. (2019). Pre-Service EFL Teachers’ Perception of Blended Learning. Journal of English Teaching, 5(1), 1-14. DOI: https://doi.org/10.33541/jet.v5i1.955

Pardede, P. (2015). Pre-Service EFL Teachers’ Perception of Edmodo Use as a Complementary Learning Tool.  In: PROCEEDING English Education Department Collegiate Forum (EED CF) 2015-2018. Jakarta: UKI Press

Pelgrum, W. J. (2001). Obstacles to the integration of ICT in education: results from a worldwide educational assessment. Computers & Education, 37, 163‐178.  

Pramana, E. (2018). Determinants of the adoption of mobile learning systems among university students in Indonesia. Journal of Information Technology Education: Research, 17, 365-398. https://doi.org/10.28945/4119

Prensky, M. (2001, October). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5).

Rae, S. (2006). Where, When and How do University Students acquire their ICT Skills? Innovation in Teaching and Learning in Information and Computer Sciences, 4:1, 1-14, DOI: 10.11120/ital.2005.04010004

Roden, S (1991). Multimedia: The future of training. Multimedia Solutions, 5(1), 17-19.

Selwyn, N. (1999). Students’ attitudes towards computers in sixteen to nineteen education. Education and Information Technologies, 4(2), 129– 141.

Sanacore, J. (2008, September 1). Turning Reluctant Learners into Inspired Learners. Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 82(1), 40-44.

Shamatha et al. (2004). Technology- Supported Mathematics Activities Situated within an Effective Learning Environment Theoretical Framework. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education 3: 362-381.

Tarman, B., Kilinc, E., & Aydin, H. (2019). Barriers to the effective use of technology integration in social studies education. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 19(4)

Thomas, M., Reinders, H. and Warschauer, M. (2012). Contemporary computer-assisted language learning: The role of digital media and incremental change. In M. Thomas, H. Reinders and M. Warschauer, Contemporary computer-assisted language learning. Bloomsbury Publishing PLC. 21-31.

UNESCO (2006). The ICT impact Report a review of studies of
ICT impact on schools in Europe, UNESCO 11 December 2006.

Wachira, P. & Keengwe, J. (2011) ‘Technology Integration Barriers: Urban School
Mathematics Teachers Perspectives’ Journal of Science Education and Technology 20, pp. 17–25

Ward, L. (2003). Teacher Practice and the integration of ICT: Why
aren’t our secondary school teachers using computers in their classrooms
. Paper presented in NZARE/AARE, New Zealand. Retrieved from
http://aare.edu.au/03pap/war03165.pdf

Yieng, W.A. & Daud, K. (2018). ICT Competencies among School Teachers: A Review of Literature. Journal of Education and Learning (EduLearn), 12(3). DOI: 10.11591/edulearn.v12i3.5579

Young, S. C. (2003). Integrating ICT into second language education in a vocational high school. Journal of Computers Assisted Learning, 19, 447-461.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.